Showing posts with label Berita Tentang Kopi. Show all posts
Showing posts with label Berita Tentang Kopi. Show all posts

Kopi Aceh Berpeluang Masuk Pasar Afrika

Komoditi kopi arabika Aceh memiliki peluang besar untuk menembus pasar negara Nigeria dan sejumlah negara Afrika lainnya. Untuk itu, fokus pengembangan ekspor kopi ke depan akan diarahkan ke negara-negara tersebut.
Kopi Aceh Berpeluang Masuk Pasar Afrika
Kopi Aceh Berpeluang Masuk Pasar Afrika
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh, Safwan, Senin (17/3) di sela-sela membuka diseminasi informasi terkait dengan Information trade promotion centre (ITPC) dan Atase Perdagangan (ATDAG) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, di Hotel Grand Nanggroe

“Warga negara Nigeria merupakan penikmat kopi dan ini sebuah peluang yang sedang kita jajaki untuk melakukan kegiatan ekspor ke negara tersebut di masa mendatang,” katanya

Ia mengatakan, ke depan fokus pengembangan ekspor kopi Aceh akan diarahkan ke negara Afrika. Sebab, berdasarkan pemaparan Kepala ITPC Lagos, Nigeria, masyarakat di Afrika sama seperti masyarakat Aceh yang sangat mencintai kopi.

Saat ini kata Safwan ada beberapa produsen kopi asal Indonesia yang sudah masuk ke pasar Nigeria seperti, Indofood, Wings, Smart, PT Sindo Muncul, PT Tempo, Wilmar, Indorama, PT Bakrie Plantation, dan Nutrifood.

Acara yang menghadirkan narasumber dari ITPC Lagos, Nigeria, ITPC Barcelona, Spanyol, dan ATDG Bangkok, Thailand itu diikuti oleh para pengusaha, produsen serta eksportir kopi.

Kadis Perindag Aceh, Safwan saat membuka kegiatan tersebut, menekankan   pentingnya pengetahuan dan tata-tata cara dalam kegiatan ekspor ke berbagai negara.

Ia menyebutkan, realisasi ekspor kopi Aceh di tahun 2012 dengan jumlah volume 9.703.360,00 kilogram per tahun dan tahun 2013 terdapat peningkatan jumlah ekspor kopi dengan jumlah volume 10.593.808,00 kilogram.

Karenanya, Safwan berharap, ketiga Atase Perdagangan itu dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah siap membantu pemasaran kopi Aceh supaya bisa bersaing di tingkat Internasional.

Menurutnya, dengan kualitas kopi terbaik dunia dan cita rasa yang khas bukan menjadi sebuah hambatan bagi produk unggulan dari provinsi ujung paling barat Indonesia dapat bersaing di pasar negara tersebut.

“Aceh juga memiliki lahan yang cukup luas untuk memproduksi biji kopi berkualitas yang siap tembus pasar ekspor,” katanya.

Karena itu, pihaknya akan menindaklanjuti berbagai informasi yang disampaikan oleh para nara sumber dalam kegiatan deseminasi informasi ITPC/Atdag guna meningkatkan nilai ekspor dan kesejahteraan petani di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala ITPC Lagos, Nigeria, Afrika, Pontas Tobing menyebutkan, Afrika merupakan salah satu pasar yang sangat berpotensial untuk para eksportir kopi, dengan jumlah penduduk 180 juta. “Produk berupa processing food, makanan olahan seperti kopi sachet, dan fish product olahan ikan seperti ikan kayu, abon ikan yang diekspor oleh Indonesia ke Nigeria saat ini meningkat signifikan,” kata Pontas.

Menurutnya, total yang diimpor kopi oleh Nigeria sebesar 12,43 juta dolar dan terus meningkat 12% pertahun.

Diseminasi informasi dan ITPC ATDAG juga dihadiri oleh 50 pengusaha kopi dan produsen. Tujuan diseminasi ini untuk memberikan informasi dan peluang pasar ke berbagai negara tujuan ekspor kopi.



Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2014/03/18/kopi-aceh-berpeluang-masuk-pasar-afrika

Harga Kopi Dalam Beberapa Bulan ke Depan Bakal Melambung

Kekeringan yang melanda Brasil, salah satu negara produsen kopi dunia ditelah mengerek harga kopi dan akan terus mendorong kenaikan harga di pasar global. Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) memprediksi tren kenaikan harga akan berlanjut hingga enam bulan ke depan.

Pranoto Soenarto, Ketua Kompartemen Industri dan Spesialti Kopi AEKI menuturkan, dalam tiga pekan terakhir harga kopi naik cukup signifikan gara-gara kondisi di Brazil  tersebut. Kenaikan harga kopi itu terjadi baik untuk jenis kopi arabika maupun kopi robusta. "Naiknya harga kopi internasional juga berpengaruh pada harga kopi Indonesia," jelasnya kepada KONTAN Senin (10/3/2014).

Pranoto bilang, saat ini harga kopi arabika ada di kisaran US$ 4 per kilogram (kg), naik 81,8% ketimbang tiga pekan lalu yang ada di kisaran US$ 2,2 per kg. Sedangkan harga kopi robusta saat ini ada di kisaran US$ 2,1 per kg, naik 31,25% dari tiga pekan yang lalu yang ada di kisaran US$ 1,6 per kg.

Pranoto memperkirakan, dalam enam bulan ke depan harga kopi arabika akan mencapai US$ 5 per kg. Sementara untuk harga kopi robusta diprediksi bakal terkerek ke kisaran US$ 2,5 per kg.
ESPRESSO yang keluar hasilnya terdiri dari crema di lapisan atasnya dan kopi cair di bagian bawahnya
ESPRESSO yang keluar hasilnya terdiri dari crema di lapisan atasnya dan
kopi cair di bagian bawahnya

Saimi Saleh, Presiden Direktur PT Indokom Citra Persada bilang, fluktuasi harga kopi sangat dipengaruhi oleh hasil panen di negara produsen kopi dunia. Selain itu kondisi ekonomi global seperti adanya perlambatan ekonomi di Eropa dan Amerika juga turut berpengaruh terhadap permintaan kopi.

Seperti dikutip Bloomberg pekan lalu, cuaca kering dan panas melanda Brasil yang  merupakan salah satu sentra produksi kopi pada Januari hingga Februari lalu. Kondisi  tersebut diperkirakan bakal berdampak pada produksi kopi dunia di dua tahun ini, yaitu 2014 - 2015.

Mengenai Indonesia sendiri, menurut data Kementerian Pertanian, realisasi produksi kopi 2013 mencapai 670.000 ton, naik 1,97% dari 657.000 ton di tahun 2012. Sementara itu, secara global produksi kopi dunia untuk periode 2013-2014 sekitar 526,77 juta ton, turun dari periode 2012-2013 sekitar 542,56 juta ton.

Tahun ini AEKI memperkirakan produksi biji kopi nasional sekitar 480.000-500.000 ton. Jenis produksi kopi Indonesia ini terdiri dari 75% merupakan jenis kopi robusta, dan sekitar 25% kopi arabika. Sementara itu, ekspor kopi Indonesia tahun ini diperkirakan sama seperti tahun lalu yang sekitar 400.000 ton.

Selama ini Indonesia mengekspor kopi ke lebih dari 80 negara. Diantaranya, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Belgia, Italia, Inggris, Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara ASEAN seperti Filipina, Malaysia dan Singapura.


Sumber:
http://aceh.tribunnews.com/2014/03/11/hingga-beberapa-bulan-ke-depan-harga-kopi-bakal-melambung

Daftar 10 Kopi Termahal di Dunia

Kenikmatan secangkir kopi bagi penikmatnya tak tergantikan dengan apapun. Minuman yang berasal dari biji ini bisa dinikmati kala santai maupun pada acara-acara resmi. Minat yang sedemikian besar terhadap minuman ini, membuat banyak usaha minuman kopi berdiri. Mulai dari kedai biasa hingga kafe berkelas.
Bahan baku biji kopi pun beraneka ragam. Kondisi tanah, bibit menjadi penentu kenikmatan secangkir kopi. Tumbuhan ini pun banyak dipelihara negara-negara terutama yang beriklim tropis. Indonesia termasuk negara yang menjadi produsen kopi dunia.
Biji Kopi yang telah dimakan oleh Luak
Biji Kopi yang telah dimakan oleh Luak

Bahkan, kopi termahal di dunia berasal dari Indonesia. Kopi luwak namanya. Selain Indonesia masih ada negara lain yang menjadi penghasil kopi termahal di dunia. Mengutip laman the richest.org, berikut 10 kopi termahal di dunia dan negara asalnya, Sabtu (20/7/2013):

1. Kopi Luwak dari Indonesia
Kopi Luwak, layak menempati posisi nomor satu dari 10 kopi termahal di dunia. Bukan hanya karena harga yang sangat mahal, tetapi proses produksinya yang tidak umum. Keunikannya terletak, selain berasal dari biji kopi tapi juga telah dikonsumsi hewan yang bernama luwak. Sebelum dapat diproduksi, biji kopi harus terlebih dahulu melewati sistem pencernaan luwak. Dari sana, produksi dapat dimulai. Harga kopi  ini sangat mahal, mencapai US$ 160 per pon, dan menjadi yang paling ekstrim di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, Anda akan menemukan sebuah kedai kopi yang menjual kopi luwak. Coba saja cicipi, dijamin Anda mungkin tidak akan menemukan jenis lain dari kopi mahal selain Kopi Luwak.
Luak sedang memilih biji kopi yang akan dimakan
Luak sedang memilih biji kopi yang akan dimakan
Luak sedang memilih biji kopi yang akan dimakan
Luak sedang memilih biji kopi yang akan dimakan


2. Kopi Hacienda La Esmeralda dari Boquete, Panama
Hacienda La Esmeralda merupakan kopi yang ditanam khusus di Boquete, Panama. Penikmat kopi di dunia menyukai  kopi jenis ini karena rasanya yang unik. Kopi ini sebagian besar dibudidayakan di bawah pohon jambu tua. Jika Anda ingin dapat mencoba La Esmeralda kopi Hacienda, bersiaplah untuk membayar minimal US$ 104 per pon.

3. Kopi Pulau St Helena dari St Helena
Pulau St Helena terletak sekitar 1.200 kilometer dari pantai Afrika. Di wilayah ini Anda akan menemukan budidaya kopi St Helena. Popularitas kopi ini terangkat berkat Napoleon Bonaparte, yang mengenalkan dan menaburkan sendiri benih kopi ini di Pulau St Helena.  Jika Anda mampu merogoh kocek US$ 79 per pon untuk secangkir kopi ini maka nikmatilah.

4. Kopi El Injerto dari Huehuetenango, Guatemala
El Injerto adalah jenis kopi yang berasal dari Huehuetenango, wilayah Guatemala. Pada tahun 2006, kopi ini berhasil menyabet Piala Excellence of Grand Prize. Kopi El Injerto, meskipun hanya masuk daftar keempat sebagai kopi termahal di dunia, namun Anda tetap harus mengeluarkan uang harga yang besar untuk mencicipi rasanya, yakni sebesar US$ 50 per pon.

5. Kopi Fazenda Santa Ines dari Minas Gerais, Brasil
Untuk harga sekitar $ 50 per pon, kopi Fazenda Santa Ines masuk sebagai salah satu produk kopi termahal di seluruh dunia. Kopi ini diproduksi dari Brasil, khususnya daerah bernama Minas Geraiz, di mana tanaman ini tumbuh, dibesarkan, dan dibudidayakan. Pertanian yang memproduksi kopi Fazenda Santa Ines cukup mengesankan, karena kopi ini masih tumbuh dengan cara tradisional. Tidak ada proses otomatis apapun yang terlibat. Ketika diminta untuk menggambarkan bagaimana rasanya, orang secara otomatis akan mengatakan kopi ini terasa seperti manisnya buah dan karamel.

6. Kopi Blue Mountain dari Wallenford Estate, Jamaika
Kopi The Blue Mountain, sesuai namanya tumbuh di pegunungan Blue Jamaika. Kopi ini dikenal karena tingkat kepahitan yang rendah dan ringan rasanya. Selama dekade terakhir, kopi mampu mengembangkan reputasinya sebagai salah satu komoditas yang paling dicari, meskipun sangat mahal di dunia. Lebih dari 80% kopi ini diekspor ke Jepang. Jika Anda mau mengeluarkan US$ 49 per pon, Anda bisa menikmati secangkir kopi Blue Mountain.

7. Kopi Los Planes dari Citala, El Salvador
Los Planes adalah jenis kopi yang ditanam di Citala, El Salvador. Pada Piala Excellence of Grand Prize pada 2006, ia menerima posisi kedua, dengan tempat pertama dipegang kopi El Injerto. Harga US$ 40 per pon untuk kopi memang cukup mahal, tapi pasti ada sesuatu yang dapat mengubah persepsi Anda tentang kopi ini.

8. Kopi Hawaii Kona dari Hawaii
Kopi The Hawaiin Kona adalah nama untuk kopi komersial yang dibudidayakan dan tumbuh di Mauna Loa dan lereng Hualalai itu. Wilayah ini terletak di Selatan dan Utara Kona Pulau Hawaii. Hanya kopi yang  berasal dari kabupaten ini dapat disebut sebagai Kona. Kopi Hawaii Kona dikenal dengan rasanya yang nyaman, yang dapat Anda nikmati seharga US$ 34 per pon.

9. Kopi Starbucks Rwanda Blue Bourbon dari Gatare/Karengera, Rwanda
Starbucks Rwanda Blue Bourbon pada dasarnya adalah jenis biji kopi yang dapat ditemukan di Gatare dan Karengara, Rwanda. Starbucks memperkenalkan kopi ini ke negara lain ketika perusahaan mengunjungi stasiun pencucian kopi Rwanda  pada tahun 2004. Saat ini, Blue Bourbon menjadi tanaman kopi utama petani di Rwanda. Harga kopi ini mencapai US$ 24 per pon.

10. Kopi Yauco Selecto AA dari Puerto Rico
Dibudidayakan di Puerto Rico Yauco Area, kopi Yauco Selecto AA adalah kopi yang dijual seharga US$ 24 per pon. Rasa ringan dan kelezatan kopi ini bisa dinikmati pecinta kopi dari seluruh dunia, terutama mereka yang memiliki uang bisa ketagihan. Popularitas kopi ini telah membengkak warga di Puerto Rico.

Usia Ideal Tanaman Kopi Produktif

TEMPO.CO, Jakarta -Menurut Ucu Sumirat, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) atau Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) yang selama ini banyak melakukan kegiatan penelitian di Lampung, usia ideal tanaman kopi yang produktif, yakni,  5 tahun sampai 20 tahun.

Tanaman kopi dapat disebut tua jika telah melewati usia 20 tahun. Kenyataannya, pada perkebunan-perkebunan kopi rakyat di Indonesia sangat mudah menemukan tanaman kopi berusia hingga 30 tahun.

Usia Ideal Tanaman Kopi Produktif
Usia Ideal Tanaman Kopi Produktif, Iklim Indonesia Pengaruhi Khas Kopi Kualitas Dunia

Pohon kopi yang tua dapat terlihat dari bentuk atau morfologi tanamannya. Bentuk batangnya lebih besar dan cenderung keropos; tidak optimal lagi untuk menopang produktifitas buah.

Selain itu, akar tanaman kopi yang sudah tua tidak optimal untuk menyerap bahan makanan. "Oleh karena itu produktifitasnya lebih rendah sekitar 30 persen  dibandingkan tanaman kopi yang muda-muda," jelas Pujiyanto, peneliti senior Puslitkoka.

Sebagai lembaga penelitian kopi di Indonesia yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, Puslitkoka melakukan pengamatan bahwa dampak penurunan produktifitas akibat populasi tanaman kopi tua salah satunya terjadi di Lampung. Provinsi ini tercatat pada Ditjen Perkebunan sebagai produsen kopi terbesar nomor dua di Indonesia, setelah Sumatera Utara. Luas areal perkebunan kopi di Lampung mencapai 163,179 hektar, dengan rata-rata produksi sebesar 1 ton per hektar.

Pujiyanto memberi ilustrasi,  rata-rata populasi tanaman kopi di lampung adalah 2000 pohon per hektar. Lewat acuan itu diperkirakan populasi tanaman kopi di Lampung, mencapai 326 juta pohon. Diperkirakan 50 persen dari total lahan kopi di Lampung merupakan lahan turun temurun dengan usia pengelolaan rata-rata lebih dari 20 tahun. "Dari ilustrasi itu, kira-kira populasi tanaman kopi yang tidak produktif di Lampung mencapai 160 juta pohon," papar Pujiyanto.

Potensi produktifitas yang hilang akibat tanaman-tanaman kopi tua di Lampung itu, menurut Teguh Wahyudi, Direktur Puslitkoka mencapai 50 persen. Itu baru di Lampung. Belum lagi di daerah- daerah penghasil kopi lainnya seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan lain-lain.

Sebagai catatan, fenomena tanaman kopi tua tidak hanya khas Lampung. Data USDA menyebutkan bahwa populasi tanaman kopi tua di Indonesia mencapai 30 persen dari total populasi tanaman kopi di tanah air.

Jika persoalan ini tidak segera diatasi, penurunan reputasi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar ketiga di dunia hanya tinggal menunggu waktu. Produksi berkurang, penghasilan petani berkurang, ekspor berkurang, dan devisa negara berkurang.

Perlu kerjasama dan perhatian berbagai pihak mulai dari pemerintah, pihak swasta, pengusaha dan para petani yang memegang peranan langsung dalam mata rantai produksi dan bisnis kopi.

Menikmati Kopi Rasa Kuno

TEMPO.CO , Jakarta: Latip Yulus mengaduk-aduk kopi campuran racikannya. Sesekali, ia mendekatkan hidungnya dan mencium uap aroma yang menguar dari cairan berwarna hitam pekat itu. "Kopi yang bagus aromanya tak terlalu kuat," begitu kata Ayouw, sapaan akrab Latip.

Menikmati Kopi Rasa Kuno
Menikmati Kopi Rasa Kuno

Bagi pria berusia 62 tahun ini, membuat kopi bukan perkara yang mudah. Dia hanya mau meracik kopi dengan kualitas jempolan. Pria keturunan Tionghoa ini tak mau meracik kopi sembarangan yang dijajakan di pertokoan. Apalagi merasakan kopi instan sachet.

Di warung kopinya, Es Tak Kie, yang terletak di Jalan Pintu Besar 3, Gang Gloria, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Ayouw memang hanya menyediakan kopi berkualitas. Lima varian kopi dari Lampung, Toraja, dan Padang, dia campurkan. "Karena kalau diseduh satu-satu, rasanya kurang mantap," katanya menjelaskan.

Dibesarkan dari keluarga penjual kopi, membuat Ayouw tahu seperti apa kopi berkualitas jawara. Terlebih sudah 40 tahun lebih, dia berkecimpung meneruskan usaha yang dirintis kakeknya, Liong Kwie Tjong, sejak 1927 itu. "Saya selalu mencari kopi yang bagus, kalau tak bagus saya enggak mau," katanya sambil menggeleng.

Untuk menghasilkan campuran kopi istimewa itu, Ayouw juga hanya mau berbelanja kopi yang masih berbentuk biji. Sebab, jika sudah menjadi bubuk, kualitasnya diragukan. "Saya tak tahu itu campuran apa saja," ucapnya.

Untuk menyeduhnya pun pria yang hampir seluruh rambutnya telah beruban ini punya trik tersendiri. Agar menghasilkan cita rasa yang maksimal, usai diberi air panas dan diaduk, gelas berisi kopi itu terlebih dahulu dia tutup. "Karena kalau enggak ditutup, enggak jadi kopinya," ujar dia.

Ayouw mesti menutup gelasnya sekitar sepuluh menit. Di sela itu, dia sesekali mengaduk-aduk kopi campurannya tersebut.

Dan benar saja, setiap kali diaduk, aroma yang keluar menjadi berbeda, semakin harum. Rasanya juga bertambah nikmat.

Usai melalui proses ini, kopi baru bisa diberi susu atau pun gula, sesuai selera pelanggan. Namun, tanpa diberi gula atau pemanis lainnya pun, kopi bikinan Ayouw sudah mengeluarkan sedikit rasa manis. "Rasanya pahitnya bikin nagih," kata Wulan, satu konsumen yang baru mencoba menikmati kopi itu.

Maka tak heran, meski pun kedai-kedai kopi modern banyak bermunculan di Jakarta, warung kopi Ayouw masih punya banyak pelanggan. Menurut dia, pelanggannya berasal mulai dari mahasiswa, dosen, guru, pegawai, sampai tukang ronda. Selain karena harga kopinya yang relatif lebih murah, yakni berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per gelas besar, mereka juga setia karena rasa kuno yang ditawarkan Ayouw. "Mereka kembali lagi ke sini karena bosan dengan kopi modern," katanya.

Apalagi, suasana kedai milik keluarga Ayouw yang dibuka dari jam 06.30 sampai 14.00 itu cukup mendukung suasana kuno ini. Meja dan kursinya, masih terbuat dari kayu. Usianya pun sudah puluhan tahun. "Sejak saya lahir, sudah pakai kursi kayu jati ini," ujarnya menambahkan.

Selain dari kalangan itu, penikmat kopi Tak Kie juga ada yang berasal dari golongan orang terkenal, seperti artis Widyawati, pebulu tangkis Lim Swie King, Menteri Pariwisata Marie Elka Pangestu, dan calon Gubernur Jakarta Jokowi. "Dulu sebelum pemilihan putaran pertama Jokowi ke sini," katanya sambil memperlihatkan foto Jokowi yang tengah menikmati kopi.

Cara Cara Menyeduh Kopi dapat Mempengaruhi Rasa

TEMPO.CO, Jakarta - Kopi tidak hanya menjadi minuman penahan kantuk. Kopi sudah menjadi gaya hidup sebagian besar orang yang meminumnya dalam berbagai kesempatan. Kala bekerja, bangun tidur pada pagi hari, ataupun sajian khas saat nongkrong bareng teman.

Cara Menyeduh Kopi Pengaruhi Rasa
Cara Menyeduh Kopi Pengaruhi Rasa
Penikmat kopi fanatik pun bahkan rela mengejar kualitas biji kopi pilihan dengan menjelajahi tiap daerah sekadar untuk mencicipi rasa pahit khasnya. Menjamurnya kafe pun menawarkan varian kopi dan suasana yang unik. Ada yang menyuguhkan racikan kopi khas tiap daerah, menyajikan musik akustik bagi pengunjung yang sedang ngopi, serta fasilitas akses Internet gratis. Namun tahukah Anda bahwa perbedaan cara membuat kopi akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda?

Menurut Ade W. Tanoepratjeka, konsultan kopi dan barista, menyeduh kopi bisa mempengaruhi rasanya. "Dengan rasa itu, kita baru tentukan alat seduhnya," kata Ade di Senayan City, Selasa, 4 Juni 2013.

Pada umumnya, orang memilih teknik seduh praktis atau dikenal dengan kopi tubruk. Kopi dimasukkan dalam cangkir lantas diseduh dengan air mendidih. Rasa yang dihasilkan tentu akan berbeda dengan teknik seduh kopi yang lain, misalnya teknik pour over dan areo press.

"Teknik pour over itu cara lama yang sekarang tren lagi," katanya. Kopi disaring dengan filter kertas. Cara menuangnya bisa bermacam-macam dan menghasilkan rasa yang berbeda. "Metode pour over filternya dibasahin dulu atau enggak, itu aja rasanya udah beda," Adi menjelaskan. 

Dari teknik pour over ini, kopi yang dihasilkan bertekstur lembut karena disaring dengan kertas, namun tetap memberikan kesan rasa yang kuat. Sedangkan teknik aero press menggunakan alat yang juga disebut aero press. Kopi yang diseduh dalam tabung ditekan sedemikian rupa sehingga bubuk kopi terendap di bagian bawah tabung. Dengan cara ini, rasa kopi yang keluar akan lebih kuat.

Pada jenis kopi tertentu, ada aturan main untuk membuat dan menyajikannya. Misalnya cappucino yang pada dasarnya adalah kopi dicampur susu. "Foam-nya harus setinggi 1 sentimeter," Ade menjelaskan. Aturannya, satu banding tiga, yakni kopinya satu dan susunya tiga. Jika susu lebih banyak lagi akan menjadi latte.

Bagi orang yang cari aman dalam meminum kopi, capuccino memang pilihan paling populer. Adi mengaku banyak pelanggannya yang sering memesan capuccino. Disayangkan sebenarnya karena banyak sekali varian kopi di Indonesia yang bisa dinikmati. Diakuinya pula bahwa banyak penikmat kopi dari mancanegara yang justru lebih kenal dengan kopi lokal Indonesia.

"Kalau kopi Indonesia dalam arti daerah penghasil kopi, mereka lebih kenal daripada kita. Sampai beberapa tahun ini, kopi kualitas bagus dari Indonesia larinya ke luar negeri semua, seperti Toraja Gayo, Mandailing, dan Jawa," ujar Ade, yang juga aktif memberikan pelatihan pembuatan kopi. 

Bagaimana Agar Kopi Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti kopi dari Institut Teknologi Bogor, Ade Wachjar, menilai sebagian orang berpandangan keliru soal kopi. Pada 1970-an sampai saat ini, banyak yang menganggap kopi sumber penyakit. Di antaranya, kopi dianggap memicu produksi asam lambung berlebih dalam tubuh.

Sejumlah penelitian akhirnya dilakukan dan mematahkan anggapan bahwa kopi buruk bagi kesehatan. "Peneliti dari Italia dan Harvard sudah menyatakan ada manfaat kesehatan bagi peminum kopi. Jadi jangan cemas meminumnya. Pandangan kopi menimbulkan penyakit telah terbantahkan," ujarnya di Restoran Harum Manis Jakarta, Kamis lalu.
Bagaimana Agar Kopi Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan
Bagaimana Agar Kopi Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan

Berdasarkan temuan para peneliti di luar negeri serta dari penelusuran yang dilakukan Ade, kopi nyatanya malah mengurangi risiko seseorang dari serangan penyakit, seperti diabetes, kelainan jantung, kanker kolon, sirosis hati, batu empedu, dan sakit kepala. Kafein dalam kopi juga bisa jadi penawar untuk perokok aktif.

Manfaat itu disebabkan kopi mengandung kafein, mineral, dan zat antioksidan. Kopi juga mengandung komponen trigonelline yang memiliki zat antibakteri dan antikelat yang bisa mencegah gigi berlubang.

Menurut Ade, khasiat positif kopi bisa didapat asalkan takaran kafeinnya tidak berlebihan. Ia mencontohkan, untuk penderita kelainan jantung dan tekanan darah tinggi, takaran kafeinnya cukup 3 miligram dalam 8 oz kopi per cangkir. "Jadi orang yang sakit jantung pun masih bisa minum kopi asal kafeinnya dikurangi," kata dia.

Penyanyi yang juga penulis buku Filosofi Kopi, Dewi Lestari alias Dee, mengaku menyadari manfaat kopi bagi kesehatan. Namun, karena tak mau berlebihan mengasup kafein, Dee kini mengurangi intensitas minum kopinya hanya sehari sekali. Semula, ia bisa menikmati kopi lebih dari tiga cangkir sehari.

"Saya membatasi kafein karena bagaimanapun jika berlebihan ada efek negatifnya. Tapi, setelah saya baca-baca, banyak komponen alami kopi lainnya yang bisa meredam efek kafein dan menambah nutrisi untuk tubuh," ujarnya.

Kementan Kembangkan Kopi Luwak Enzimatik

Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Kementerian Pertanian Rubiyo menyatakan pihaknya tengah mengembangkan kopi luwak enzimatik. Menurut dia, terobosan ini dapat menghasilkan kopi luwak tanpa memanfaatkan luwak itu sendiri. "Agar bisa meningkatkan produksi," kata Rubiyo saat dihubungi, Ahad, 1 September 2013.

Kopi luwak enzimatik ini, kata Rubiyo, dapat menghasilkan kopi yang sama seperti rasa kopi luwak yang diproses alami dalam perut luwak. "Rasa yang dihasilkan sama," kata dia. Hal ini, kata dia, merupakan inovasi dalam rangka meningkatkan produksi kopi nasional.
Kementan Kembangkan Kopi Luwak Enzimatik
Kementan Kembangkan Kopi Luwak Enzimatik
Kopi luwak sendiri merupakan kopi yang dihasilkan dari proses fermentasi yang terjadi dalam perut hewan luwak. Biji kopi merah dimakan oleh luwak, kemudian dikeluarkan bersama dengan kotorannya berupa biji kopi. Namun sayangnya, proses alami kopi luwak memakan waktu yang lama dan proses yang tidak mudah. Rubiyo mencontohkan, luwak yang memproses kopi tidak bisa dibiarkan stres. "Kalau stres kualitasnya bisa buruk," kata dia.

Dengan adanya inovasi ini, Rubiyo mengharapkan dapat meningkatkan pendapatan per kapita para petani kopi. "Sekarang sedang kami buat hak patennya," kata dia. Sampai saat ini, baru Indonesia yang mengembangkan produksi kopi luwak menggunakan enzimatik. Namun, kopi jenis ini belum diproduksi secara massal.



(TEMPO.CO, MINGGU, 01 SEPTEMBER 2013)

Ekspor Kopi ke Jepang Sempat Terhambat

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia M.Kirom mengatakan ekspor kopi Indonesia ke Jepang sempat mengalami hambatan. Hambatan ini, kata dia, disebabkan oleh aturan mengenai pemeriksaan residu carbaryl.

“Kondisi tersebut mengakibatkan eksportir Indonesia menahan untuk melakukan ekspor ke Jepang karena cost-nya menjadi lebih tinggi,” katanya saat ditemui di sela acara Seminar Nasional Kopi di Puri Begawan, Rabu, 28 Agustus 2013.

Aturan pemeriksaan residu carbaryl ini mewajibkan para eksportir kopi yang masuk ke Jepang untuk melakukan pengecekan terhadap kandungan residu yang terkandung dalam kopi. Eksportir harus mengeluarkan cost lebih banyak untuk biaya pemeriksaan. Selain itu, kopi pun menjadi tidak jelas pengirimannya karena belum tentu bisa masuk ke Jepang.

Namun, kata Kirom, dua bulan terakhir ini telah ada negosiasi yang baik antara pihak Indonesia dan Jepang. “Setelah negosiasi mulai membaik. Sekarang, aturan tersebut tak bersifat mandatory terhadap Indonesia, tapi voluntary.” Artinya, produsen kopi Indonesia kini tak diharuskan lagi memeriksa residu produknya.

Menurut catatan Kementerian Pertanian, ekspor kopi Indonesia paling besar adalah ke Amerika Serikat. Negara tujuan ekspor kedua yang paling besar adalah Jepang. Volumenya sekitar 50.000-60.000 ton per tahun.

TEMPO.CO (RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 16:44 WIB)

Agribisnis Kopi akan Disertifikasi

Kementerian Pertanian menyatakan, agribisnis kopi ke depan akan diarahkan pada "green economy" guna memenuhi tuntutan pasar internasional yang mensyaratkan adanya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan fungsi lingkungan.

Agribisnis Kopi akan Disertifikasi
Agribisnis Kopi akan Disertifikasi

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian M Syakir mengatakan, negara-negara yang menjadi pasar utama kopi menginginkan kualitas kopi yang sesuai dengan tuntutan konsumen seperti keamanan pangan, pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani.
 
"Oleh karena itu agribisnis kopi akan diarahkan pada pemberlakuan sertifikasi kopi berkelanjutan," katanya.

Pendekatan green economy, menurut dia, menjamin terpeliharanya hubungan timbal balik antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan fungsi lingkungan dalam mendukung terwujudhnya pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, tambahnya, pengadopsian konsep tersebut dalam agribisnis kopi selain menjaga keberlanjutan dan meningkatkan daya saing agribisnis kopi di Indonesia juga merupakan jawaban atas tuntutan konsumen.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri), Kementerian Pertanian Rubiyo menyatakan, Jepang sebagai pengimpor hampir 50 persen kopi Indonesia akan menerapkan sertifikasi kopi ramah lingkungan.

Saat ini atau dalam jangka pendek, lanjutnya, pemberlakuan sertifikasi tersebut belum mengganggu jumlah ekspor nasional, hal itu terlihat dari nilai ekspor kopi dalam lima tahun terakhir meningkat sekitar 21,64 persen per tahun.

"Namun dampaknya akan mempengaruhi pangsa kita di pasaran dunia, terutama pasar Jepang dan Eropa. Sedangkan negara pesaing lainnya seperti Brasil dan Vietnam terus berbenah diri untuk menghadapi tuntutan konsumen tersebut," katanya.

Indonesia saat ini merupakan negara penghasil kopi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam.

Menurut M.Syakir, ketiga negara tersebut mengekspor 47 persen dari seluruh volume ekspor kopi dunia dengan pangsa pasar masing-masing Brasil 28 persen, Vietnam 12 persen dan Indonesia 7 persen.  

Sebagian besar kopi Indonesia yakni 75 persen diekspor ke berbagai negara tujuan yakni Uni Eropa, Amerika, Jepang dan negara lainnya dengan nilai devisa pada 2010 845,54 juta dolar AS kemudian naik menjadi 1,06 miliar dolar AS pada 2011 dan kembali naik menjadi 1,25 miliar dolar AS pada 2012.

Saat ini permintaan kopi dunia dominan untuk kopi jenis Arabika, namun ekspor kopi Indonesia lebih banyak jenis Robusta yakni 72,3 persen sementara Arabika 27,7 persen.

Sementara itu produksi kopi nasional pada 2012 mencapai ton 657.138 atau naik 2,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 638.647 ton.

Seminar Nasional Inovasi Teknologi Kopi merupakan rangkaian acara Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) yang akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke kebun percobaan Pakuwon Sukabumi, guna mengingatkan pada peserta bahwa penanaman kopi pertama di Indonesia dilakukan di Sukabumi sebelum diterapkannya tanaman paksa oleh Belanda.

Harga Kopi Indonesia Turun (2013)

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) M. Kirom menyatakan harga kopi Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia, hal ini disebabkan pasar terpengaruh soal isu-isu perekonomian.
Harga Kopi Indonesia Turun (2013)

"Dibandingkan tahun lalu, harganya turun," kata Kirom saat ditemui di sela acara Seminar Nasional Kopi di Puri Begawan, Rabu, 28 Agustus 2013. Isu-isu yang dimaksud, kata dia, adalah saat muncul isu Brasil mengalami peningkatan produksi yang signifikan sehingga harga kopi Indonesia menjadi turun. Seperti yang diketahui, Brasil adalah negara pengekspor kopi terbesar di dunia.

Menurut catatan AEKI, harga kopi arabika pada 2012 sekitar US$ 1,9 per pound. Sedangkan tahun ini turun menjadi US$ 1,38 per pound. Untuk kopi robusta, tahun lalu harganya sekitar US$ 1,07 per pound, sedangkan tahun ini pun turun menjadi US$ 0,95 per pound.

Meski demikian, Kirom mengatakan ekspor kopi Indonesia diprediksi dapat mendekati volume ekspor seperti tahun lalu. "Bisa dibilang stagnan," kata dia.

Tahun 2012 lalu, volume ekspor kopi Indonesia mencapai 520 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai US$ 1,5 juta. "Tahun ini kemungkinan nilainya bisa menurun," kata Kirom.


(TEMPO.CO, RABU, 28 AGUSTUS 2013)

Produksi Kopi RI Masih Kalah Jauh Dibanding Vietnam


Mendag: Produksi Kopi RI Masih Kalah Jauh Dibanding Vietnam, Padahal, lahan kopi Indonesia lebih luas dibanding Vietnam.
Mendag: Produksi Kopi RI Masih Kalah Jauh Dibanding Vietnam,
Padahal, lahan kopi Indonesia lebih luas dibanding Vietnam.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan mengaku luasnya lahan yang digunakan untuk memproduksi kopi tidak sebanding dengan produktivitas yang dihasilkan. Indonesia masih kalah jauh dengan negara-negara tetangga, seperti Vietnam.

Gita menjelaskan, luas lahan Indonesia yang ditanami kopi mencapai 1,1 juta hektare tapi hanya menghasilkan 600 ribu ton biji kopi atau setara 700-900 gram biji kopi per hektare. Sedangkan Vietnam, menggunakan lahan kurang dari 50 persen Indonesia namun mampu menghasilkan 1,2 juta ton biji kopi. "Indonesia masih tertinggal jauh," kata dia, di Surabaya, Selasa 19 Maret 2013.

Untuk itu, Gita mendorong agar Indonesia dapat menjadi salah satu pengekspor kopi terbesar, minimal di Asia Tenggara mengalahkan Vietnam. Indonesia dikenal dengan kualitas kopi yang baik, bahkan 10 varietas unggul kopi dunia ada di Indonesia. "Seperti kopi Java dan Toraja, telah menjadi primadona konsumen kopi dunia," kata mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ini.

Ia minta seluruh pemangku kepentingan bisa meningkatkan industri dan teknologi pasca-panen. Terlebih, Jawa Timur yang menjadi salah satu barometer industri kopi nasional.
Gita juga meminta kawasan segitiga emas produsen kopi, yaitu Banyuwangi-Malang-Bondowoso di Jawa Timur mampu menjadi sentra kopi nasional selain Bengkulu, Lampung, dan Sumatra Selatan. Saat ini, produksi kopi Jawa Timur mampu memenuhi 30 persen kebutuhan kopi nasional.
Perkebunan Kopi Arabika Di Aceh
Perkebunan Kopi Arabika Di Aceh

Sementara itu, Ketua Gabungan Eksportir Kopi Indonesia Hutama Sugandhi mengatakan Indonesia punya potensi besar di industri kopi namun belum sepenuhnya digarap. "Peran pemerintah sangat dibutuhkan guna peningkatan industri kopi," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa sampai saat ini, infrastruktur berbanding lahan tidak seimbang karena petani kopi Indonesia masih menggunakan cara tradisional.

Indonesia Produsen Kopi Terbesar Kedua Dunia


Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarifuddin Hasan, menegaskan Indonesia sangat berpeluang besar menjadi produsen kopi nomor dua di dunia. Saat ini, Indonesia berada di urutan ketiga di bawah Brasil dan Vietnam.
Indonesia Produsen Kopi Terbesar Kedua Dunia

"Kami kan sebagai produsen ketiga. Kenapa saya fokus di industri ini, karena banyak UKM-nya. Banyak juga koperasinya," kata Hasan di Nusa Dua, Bali, Rabu 24 Oktober 2012. 

Menurut Hasan, dengan semakin gencar mempromosikan kopi, dapat meningkatkan ekspor kopi Indonesia. "Akhirnya, petani-petani kopi terangkat, UKM juga terangkat," ujarnya.

Ia berharap agar Indonesia minimal tetap mempertahankan posisinya di peringkat ketiga produsen kopi terbesar di dunia. Namun, ia juga berupaya agar produksi kopi dalam negeri terus ditingkatkan, sehingga Indonesia dapat naik kelas ke peringkat kedua.

"Kami harus mengangkat Indonesia sebagai produsen, penghasil kopi terbesar di dunia. Mudah-mudahan bisa bertahan. Potensinya besar sekali," imbuh dia.

Jika upaya itu terealisasi, ia optimistis roda ekonomi UKM dalam negeri akan berputar baik. "Koperasi dan pertanian bisa bernasib baik," tutur Hasan.

Penyebab Turunnya Jumlah Ekspor Kopi Lokal - Kopi Sumatera Utara


Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara mengungkapkan bahwa ekspor kopi asal Sumatera Utara ke sejumlah negara konsumen turun drastis belakangan ini. Terutama jenis kopi Arabica dan Robusta yang memang menjadi andalan Sumatera Utara dan paling banyak diminati.

Berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) dari Disperindag Sumut,  tercatat penurunan berskala besar terjadi pada ekspor kopi Arabica. Pada bulan April 2013 volume pengiriman hanya sekitar 6.469 ton dengan nilai US$29,49 juta saja. Padahal di tahun sebelumnya mampu mencapai penjualan sebesar US$33,95 juta.

"Secara periodikal, ini artinya nilai jual kopi Arabica Sumut menurun terus sejak awal tahun 2013. Dibanding tahun sebelumnya, penurunan jumlah ekspor ini cukup besar sampai bulan April 2013 lalu," ujar Fitra Kurnia, Kasi Ekspor Pertanian dan Pertambangan, Selasa 21 Mei 2013.

Fitra mengatakan, ekspor kopi Arabica dan jenis lainnya sempat membaik pada Maret 2013. Namun tren penurunan memang terjadi sejak awal tahun 2013,  terjun drastis pada bulan April 2013 lalu.  Diyakininya hal itu disebabkan musim panen serentak di berbagai wilayah Sumut sangat berpengaruh pada penurunan jumlah ekspor kopi tersebut.

"Ini disebabkan musim panen diberbagai perkebunan Kopi di Sumut. Terutama jenis kopi Arabica. Akibatnya, kopi membludak, tentunya berpengaruh pada harga jual," ungkap Fitra.

Ditambahkannya lagi, kondisi itu juga dikarenakan negara-negara konsumen kopi asal Sumut terpaksa menunda permintaan kopi, harga menjadi salah satu alasannya. Sama halnya dengan pengusaha kopi yang juga menunda pengiriman kopinya ke berbagai negara, menunggu harga kembali stabil.

"Pengusaha tak mau rugi, mereka terpaksa menunda pengiriman kopi, menunggu harga stabil kembali. Begitu juga dengan konsumen. Jika pun ada yang tetap mengirim, harganya jauh lebih murah," ungkap Fitra.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Andrianus Simarmata mengaku optimistis ekspor kopi Sumut kembali meningkat dan menggenjot kinerja ekspornya. Saat ini, harga jual kopi di dalam negeri berkisar Rp40.000 ribu per kilogram. Hanya berbeda tipis dengan harga jual ke luar negeri yang hanya R 41.000.-Rp42.000.

"Harga lokal masih kuat, hanya berbeda tipis dengan harga ekspor. Dengan kondisi itu pengusaha masih sulit bertransaksi. Tetapi peningkatan devisa bisa terus digenjot, bersamaan dengan peningkatan kelapa sawit dan karet yang juga menjadi andalan Sumut," kata Simarmata.

Kopi Gula Aren Anti Diabetes

Kopi Gula Aren Anti Diabetes
(Klik gambar untuk perbesar)
.


Sumber: Kedaulatan Rakyat 26-07-2012 hal 11 Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM Ciptakan Kopi Sari Nira Coffe (1359 kb)

Jenis dan Cara Penyajian Kopi di Dunia

Jenis dan Cara Penyajian Kopi di Dunia


Kopi adalah salah satu minuman yang diminati oleh banyak orang di dunia. Berbagai rasa dan penyajian yang berbeda membuat kopi ini menjadi pilihan banyak orang. Beberapa menginginkan kopinya yang kental ataupun dicampur  dengan bahan lain yang menggugah selera. Hampir di setiap negara, mereka mengeksplorasi biji kopi dengan cara yang berbeda. Lalu yang mana pilihan kopi Anda? Coba simak yang satu ini.

1. Irish Coffee
Kopi yang satu ini sering dikategorikan sebagai cocktail dibandingkan kopi. Terdiri dari campuran kopi hitam yang kental dengan Whiskey dengan perbandingan 2 banding 1. Yang ditambah dengan krim dan brown sugar. Irish coffee ini juga biasanya dipercantik dengan rambahan whipping cream dan bubuk kayu manis di atasnya. Resep Irish coffee ini ditemukan oleh Joseph Sheridan, seorang kepala koki di salah satu restoran di kawasan Irlandia. Karena itu kopi ini diberi nama Irish coffee. Karena sering dikategorikan sebagai koktail, tak heran beberapa penyajiannya kadang pada gelas koktail, bukan cangkir seperti biasanya.

2. Coffee Creme Brulee
Resep ini pernah diperkenalkan oleh Chef Ramsay, seorang chef yang dikenal di Amerika Serikat dan mendunia sejak membintangi beberapa reality show tentang masak memasak. Dan tak ketinggalan figur kreatif seperti Martha Stewart pun pernah mengenalkannya. Coffee creme brulee ini terdiri dari kopi pekat dan hitam dengan tambahan krim dengan takaran seperempat dari kopinya, kemudian dikocok hingga membuat kekentalan yang sempurna. Dengan tambahan kuning telur dan vanilla kpoi kemudian dipanaskan menggunakan blowtorch hingga menjadi kerak pada di permukaan cangkir kopinya. Hasil akhirnya adalah kopi dengan penampilan cantik dan rasa yang nikmat.

3. Cafe Bombon
Cafe Bombon sangat populer di Valencia, Spanyol. Cafe ini kemudian juga menjadi cafe yang terkenal di dunia. Di Indonesia resep Cafe Bombon lebih mendekati dengan resep kopi susu. Dengan takaran satu banding satu pada kopi ekspresso dan susu. Kopi ini telah dimodifikasi sesuai dengan biji kopi asli dinegara masing-masing. Seperti kopi susu di Indonesia dan Malaysia, Kopi Vietnam untuk di Vietnam dan Kafe ron di Thailand. Semua dengan penyajian yang berbeda-beda.

4. Ristretto
Kopi jenis ini terkenal di Belanda. Kepekatannya lebih kental dibandingkan dengan ekspresso. Ini karena waktu penekanan di alat ekspreso kopi ditekan lebih cepat di banding kopi ekspresso. Bahkan hasil penekanan ini menghasilkah kopi yang lebih sedikit.

5. Cafe latte
Cafe latte bisa menjadi pilihan untuk peminum kopi yang tidak menyukai pekatnya kopi. Dengan perbandingan krim dan ekspreso 2 berbanding 1. Menjadikan minuman kopi ini lebih manis karena porsi krim yang lebih banyak. Dari cafe latte ini muncul berbagai pilihan kopi. Seperti salah satunya skinny latte yang diperuntuk bagi mereka yang mengonsumsi krim rendah kalori atau mocha latte untuk mereka yang menginginkan esens mocha pada lattenya. Cafe latte ini dikenal berasal dari Italy dan kemudian dengan varian dan bahan yang sama orang Prancis menamakannya cafe au lait, Cafe Con Leche di Spanyol dan Galao di Portugis.

Perkembangan Harga Kopi Luwak Lampung


Harga kopi luwak memang mahal atau jauh lebih tinggi dibandingkan harga kopi lainnya, sehingga banyak petani di wilayah Kabupaten Lampung Barat yang mengadu nasib dengan menggeluti usaha pembuatan kopi bubuk premium tersebut.
Harga kopi robusta dengan mutu terbaik di Bandarlampung hanya berkisar Rp 40.000- Rp 50.000/kg, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga kopi luwak yang mencapai Rp 700.000/kg.

Di tempat pembuatan kopi luwak itu sendiri, yakni di Liwa yang berjarak sekitar 246 km sebelah barat Bandarlampung, telah mencapai Rp 600.000/kg. Jika kopi luwak produksi Lampung ini dijual di Jakarta maka harganya bisa mencapai Rp 1,5 juta/kg.
"Harga kopi luwak ini di luar negeri lebih mahal lagi, bahkan bisa mencapai Rp 800 ribu per gelas seperti yang disebutkan seorang wisatawan asal Cina yang berkunjung ke tempat saya ini beberapa hari lalu," kata Gunawan, salah satu perajin usaha kopi luwak di Liwa, Lampung Barat.
Perkembangan Harga Kopi Luwak Lampung

Karena bisnis kopi luwak ini sangat menggiurkan, banyak petani setempat yang mencoba memproduksi kopi luwak. Mereka menangkap atau membeli musang dari pemburu yang menangkapnya di kawasan hutan, seperti di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Hewan itu kemudian dipelihara dengan memberikan makanan berupa buah kopi berwarna merah serta campuran vitamin lainnya.
"Setelah bubuk kopi luwak diproduksi, ternyata menjualnya sangat sulit, sedang persaingan makin tajam. Karena tidak ada dana, luwak menjadi tidak terurus sehingga akhirnya sakit atau mati. Kalau musang yang dipelihara mati, maka usaha pembuatan kopi bubuk pun gulung tikar," katanya.

Sudah ratusan pengusaha kecil bubuk kopi luwak di Kabupaten Lampung Barat yang gulung tikar, kendati nilai jual komoditas itu sangat mahal dan pangsa pasar ekspornya tetap terbuka lebar.

Padahal, kopi luwak merupakan ikon Kabupaten Lampung Barat, karena beberapa objek wisata yang sebelumnya juga menjadi andalan daerah itu, kini sudah beralih menjadi milik Kabupaten Pesisir Barat. Misalnya, pantai Tanjung Setia yang menjadi primadona bagi peselancar dunia, kini menjadi wilayah Kabupaten Pesisir Barat.

Jika kopi luwak memang menjadi ikon Lampung Barat sebagaimana didengungkan, sudahkah pemerintah setempat membantu para pelaku usaha kecil kopi luwak untuk mengembangkan usaha mereka ?
Menurut Gunawan, mereka sampai sekarang masih belum mengerti tentang cara mengekspor bubuk kopi luwak, padahal permintaan dari luar negeri cukup tinggi.

Selain itu, mereka juga belum paham tentang cara menangkar dan mengembangbiakkan luwak, padahal binatang inilah yang menjadi komponen utama dalam sistem produksi kopi luwak.
"Sepengetahuan saya, dalam empat tahun terakhir kami belum pernah mendapatkan pencerahan dari instansi terkait tentang cara mengembangbiakkan luwak. Begitu juga tentang bagaimana cara mengekspornya," katanya.

Budaya Ngopi Orang Indonesia Masih Rendah


Tokoh Kuliner Tanah Air, Bondan Winarno, mengungkapkan, ia ingin membangkitkan budaya ngopi di Indonesia. Sebab menurutnya, sebagai negara ketiga penghasil kopi di dunia, budaya ngopi pada masyarakat Indonesia masih sangatlah rendah.

Di sela-sela pembukaan cabang Kopitiam Oey-nya yang ke 16, Bondan menyatakan keprihatinannya akan budaya ngopi di Indonesia. Menurut Bondan, masyarakat di Indonesia belum terbiasa untuk rutin mengkonsumsi kopi. Padahal Indonesia merupakan negara ketiga penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil dan Vietnam.

"Kita tahu di Brazil budaya ngopi sangat kuat, di Vietnam juga. Tapi di Indonesia hanya beberapa daerah saja yang budaya ngopinya terpelihara, ini membuat saya miris," ujar Bonda saat jumpa wartawan di Kopitiam Oey miliknya di bilangan Cinere, Jakarta Selatan, Rabu (26/7) lalu.
Budaya Ngopi Orang Indonesia Masih Rendah

Bondan menambahkan, berdirinya Kopitiam Oey pun tercetus atas keperihatinan Bondan akan rendahnya budaya ngopi tersebut. Terlebih semakin banyaknya kedai kopi asing yang membanjiri Tanah Air. Ini membuatnya semakin miris, melihat Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di dunia.

Konsep Kopitiam Oey miliknya pun menurutnya merujuk pada kedai kopi yang ada di masyarakat. Untuk itu, tak jarang hampir semua cabang Kopitiam miliknya memiliki outlet yang tak terlalu besar.

"Karena kopitiam itu kata benda yang artinya warung, namanya warung mana ada yang besar ya harus kecil," ujar Bondan.

Sementara berbicara kopi yang disajikan di warung kopi miliknya, Bondan membagi sedikit rahasia sajiannya. Bondan mengaku, Kopitiam Oey memiliki resep tersendiri. Penyajian kopi tersebut disebut dengan istilah pitu tilu.

Pitu tilu yang dalam bahasa Indonesia berarti 73 memiliki maksud, penyajian kopi dengan 70 persen arabica dan 30 persen robusta. Menurut Bondan ini yang membuat sajian kopi di Kopitiam Oey miliknya berbeda.

Kurangi Risiko Alzheimer dengan Kopi


Dampak positif dan negatif kopi masih menjadi perdebatan dalam dunia kesehatan. Di satu sisi beberapa penelitian mengungkapkan manfaat kopi, tapi beberapa penelitian juga menemukan dampak buruk kopi terhadap kesehatan.

Kasus meninggalnya Mbah Surip dua hari lalu malah menyebutkan konsumsi kopi yang berlebihan akan memperburuk kondisi tubuh seseorang. Spesialis Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta Dr Ari Fahrial Syam SpPDKGEH MMB mensinyalir, penyebab kematian Mbah Surip disebabkan akumulasi antara kelelahan, kurang tidur, serta banyak minum kopi dan merokok.

Hal itu manakala terjadi terusmenerus dapat mencetuskan terjadinya gangguan akut pada tubuh, di antaranya serangan jantung yang berakibat fatal. Namun dalam porsi yang tepat, kopi ternyata bias mengurangi risiko terserang alzheimer. Temuan tersebut baru saja dilansir dalam edisi Journal of Alzheimer's Disease.

Penelitian tentang manfaat kopi tersebut diungkap para peneliti di Universitas South Florida, AS. Dari hasil riset, mereka membuktikan bahwa mengonsumsi kafein dapat membuat seseorang terhindar dari penyakit alzheimer. Menurut mereka, dosis kafein 500 miligram per hari atau yang terdapat pada lima cangkir kopi, dapat mengurangi masalah ingatan yang berkaitan dengan gejala alzheimer.

Para peneliti melakukan uji coba kopi pada tikus. Selama dua bulan, tikus diberikan kafein secara terus-menerus. Hasilnya, tikus-tikus tersebut ternyata memiliki kemajuan pada daya ingat tikus itu. Tikus-tikus ini memiliki daya ingat yang baik, seperti tikus normal yang tak pernah memperlihatkan tandatanda penyakit demensia.

Selain dapat mengurangi risiko alzheimer, dalam penelitian itu juga terbukti bahwa kafein mengurangi setengah dari gumpalan protein yang biasa disebut beta-amyloid, yang terdapat di otak tikus percobaan. Seperti dilansir di BBC, ketua tim peneliti Gary Arendash mengatakan bahwa kafein bisa menjadi "penyembuh" yang cukup baik bagi penderita alzheimer.

Pasalnya, kafein adalah obat yang relatif aman karena bisa dengan mudah masuk otak dan langsung berpengaruh pada penyakit tersebut.


Sumber: okezone.com

Amankah Kopi dan Teh bagi Jantung


Minimum secangkir kopi hangat tentu terasa nikmat. Minuman yang telah menjadi bagian dari gaya hidup, tentu saja tidak bisa leluasa dinikmati penderita jantung.

Di balik kenikmatannya, kafein disebut-sebut mampu memacu kerja jantung. Demikian pula saat penderita penyakit jantung menyeruput teh. Sebenarnya penderita jantung bisa tetap meminum kopi dan teh asal tidak berlebihan. Batasan jumlah kopi maupun teh dikhawatirkan akan memacu rangsangan pada jantung dan berdenyut lebih kencang.

Hal ini mengakibatkan keluar air kencing lebih banyak karena membuat aliran darah lebih cepat. "Jika mengalami darah rendah dan gampang mengantuk dapat diatasi dengan mengonsumsi kopi asal dalam porsi sedikit saja," papar Tim Penyuluh dari RS Telogorejo, Semarang Agung Sudarmanto.

Kendati tidak leluasa mengonsumsi bukan berarti tanpa peraturan sama sekali. Penikmat kopi bisa mengonsumsi asal dibarengi dengan olahraga. Olah tubuh ini sedikit banyak bisa mengurangi jantung memompa berlebihan. Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi.

Gaya hidup tidak sehat dan pola makan dituding pemicu jumlah penderita semakin banyak. Agung memaparkan, pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan gangguan pada arteri koroner. Jika terus berlanjut akan mengalami penyempitan.

Penyempitan arteri koroner dalam tubuh dapat disebabkan beberapa hal, yaitu kadar kolesterol yang tinggi, kencing manis (diabetes melitus), tekanan darah tinggi, merokok, kegemukan, kurang olahraga, stres, faktor keturunan, serta usia yang semakin bertambah.

Beberapa makanan yang perlu diperhatikan seperti mengurangi dan menghindari konsumsi lemak jenuh seperti lemak, daging berlemak (terutama daging merah), jeroan, kuning telur, santan kental maupun goreng-gorengan, serta banyak mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

Sebenarnya kolesterol tidak selamanya jahat. Kolesterol terbagi menjadi kolesterol jahat (LDL) atau kolesterol baik (HDL). Semakin tinggi kolesterol jahat, semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Jika LDL diturunkan satu persen,risiko terkena penyakit jantung koroner bisa turun pula satu persen.

Sebaliknya, jika HDL naik satu persen peluang sehat bisa naik tiga persen. Jadi, sebaiknya orang berusaha menaikkan kadar HDL. Ada beberapa cara nonfarmakologis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar kolesterol baik, salah satunya adalah mengubah gaya hidup.

Misalkan, berolahraga teratur dan terukur, mengurangi asupan rokok, dan mengurangi berat badan. Olahraga rutin yang dianjurkan adalah tiga kali seminggu yakni joging atau jalan kaki.




Sumber: okezone.com