Harga Kopi Biji Kering Dalam Negeri Terkerek Naik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA— Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menyebutkan harga kopi  biji kering di dalam negeri terkerek naik seiring menaiknya harga kopi dunia.

Seperti dirilis dalam Analisis Perkembangan Harga, Rabu  (9/11/2011), di Lampung harga Kopi juga mengalami kenaikan harga.  Tercatat harga Kopi biji kering di tingkat petani berada pada kisaran Rp 30.000 per kilogram.

“Kenaikan harga Kopi dipengaruhi berkurangnya pasokan Kopi di tingkat petani. Petani baru akan memasuki musim panen Kopi pada Mei 2012,” analisis Bappebti .

Sementara volume ekspor Kopi Lampung sejak Januari hingga Agustus 2011 mencapai 164.260 ton lebih dengan nilai ekspor sebesar 342,374 juta dolar AS.

Sedangkan nilai ekspor biji Kopi Lampung pada periode yang sama tahun lalu sebesar 217 juta dolar dengan volume 152.000 ton. Ekspor biji Kopi Lampung itu ditujukan ke 46 negara, baik kawasan Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

Sementara itu, harga Kopi berjangka yang diperdagangkan di NYMEX kembali mengalami peningkatan. Perkiraan berkurangnya produksi di beberapa negara produsen Kopi berpengaruh terhadap kenaikan harga.

Kolombia yang merupakan produsen ke dua Kopi Arabika memprediksi akan terjadi penurunan produksi sebesar 23% akibat anacaman hujan badai yang menghambat pertumbuhan tanaman Kopi. Selain itu penurunan produksi juga terjadi di Brazil.

Diperkirakan panen Kopi arabika di Brazil hanya akan mencapai 55 juta kantong, jauh di bahwa estimasi yang sebelumnya mengharapkan panen mencapai 58 juta kantong (1 kantong setara 60 kg). Harga Kopi arabika berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami kenaikan sebesar  2.8 sen (1.22%) dan ditutup pada posisi 2.7050 dolar per pon.


Source: Tribunnews.com

No comments:

Post a Comment