Bab IX: Cara Pembiakan Tanaman Kopi

Pembiakan dari tanaman kopi ini ada dua macam cara, yaitu cara generatif dan cara vegetatif. Cara pembiakan secara generatif dengan menggunakan persemaian, yaitu menanam biji. Cara ini sebenarnya yang paing sederhana dan tidak perlu memakai kepandaian khusus. Akan tetapi cara ini buat kopi Robusta akan kurang baik hasilnya, karena binih kopi jenis Robusta ini pada umumnya banyak mengalami segregasi. Tanaman semaian ini sering tidak seragam, baik itu pertumbuhannya maupun produktivitasnya.

Pembiakan Vegetatif:
Cara pembiakan vegetatif semakin banyak dipergunakan orang luntuk menanam kopi jenis Robusta. Untuk pembiakan vegetatif ini pun dikenal denga 2 cara, yaitu: Sambungan dan Stek.

Kalau di Indonesia kebayakan yang dipergunakan adalah cara sambungan namun sekarang juga telah mulai diperhatikan pula cara-cara stek. Sebab pembiakan dengan cara-cara stek ini mempunyai banyak keuntungan, yaitu:
1.      Tidak perlu menggunakan tenaga terlatih;
2.      Dapat dilakukan dengan secara masal;
3.      Tidak mengalami kemungkinan pengaruh buruk dari batang bawah;
4.      Berbuah 1 tahun lebih awal;
5.      Akar serabut lebih banyak;
6.      Wiwilan hanya sedikit diwaktu mudanya;
7.      Tidak ada persoalan dengan tunas palsu.

Namun disamping ada keuntungannya, juga cara stek ini mempunyai beberapa kekurangan, yang antara lain adalah:
1.      Bagi pembentukan akar diperlukan kondisi yang perlu diatur dengan lebih seksama;
2.      Akar tunggang lebih pendek.

Untuk penanaman kopi jenis Robusta dengan cara stek ini tidak boleh ditanam hanya dengan 1 jenis klon saja. Sebab Robusta adalah kopi yang penyerbukannya bersilang.Jadi paling sedikit harus ditanam 3 sampai 5 jenis klon. Namun juga tidak boleh terlalu banyak jenis klonnya, karena semakin banyak semakin besar kemungkinan kopi yang dihasilkan juga kurang seragam.

A. Pembiakan dengan Sambungan

Bagi penyambungan ini maka diperlukan batang bawah dan calon batang atas (Entres). Batang Bawah ditanam dengan jarak 20x25 cm atau 20x30cm. Untuk batang bawah ini sebaiknya dipergunakan semaian yang berasal dari klonal yang mempunyai sistem perakaran yang baik. Batang bawah ini mulai dapat disambung pada umur 10 samai 12 bulan, kalau kira-kira batang itu sendiri telah setebal pensil.

Calon batang atas (Entres) dikenal 2 macam, yaitu entres pucuk dan entres cabang. Untuk biasanya yang dipergunakan adalah entres pucuk yang berasal dari wiwilan. Sedangkan entres cabang ini berasal dari cabang primair, akan tumbuh kesamping. Ini umumnya hanya dipakai untuk keperluan rehabilitasi penanamn. Entres ini sebaiknya diambilkan dari kebun entres, sebab kalau dari entres tanaman produksi sering kurang baik.

B. Cara Menyambung

Saat yang baik untuk mengadakan penyambungan ini adalah pada waktu awal musim penghujan, ketika batang bawah sedang tumbuh dengan aktif. Kalau penyambungan dilakukan pada waktu musim penghujan, maka ini biasanya hasilnya akan kuran baik. Sebab batang bawah itu telah kurang aktif.

Kita juga mengenal dua cara penyambungan pada tanaman kopi, yaitu sambungan celah dan sambungan tempel. Akan tetapi yang sering dipergunakan adalah cara sambungan celah, karena lebih mudah dan hasilnya sama-sama memuaskan bila dengan mempergunakan sambungan tempel.

C. Sambungan Celah

Batang bawah dipotong rata dengan mempergunakan gunting stek, kemudian kita buat celah sepanang 3-4cm dengan pisau. Sedangkan entres dipotong seruas-seruas sepanjang +7cm. Daun dari cabang dipotong 1½ cm dari sumbu entres kemudian diruncingkan sepanjang 3-4cm. Entres lalu dimasukkan dalam celah-celah batang bawah dan lalu diikat dengan tali. Tebal batang bawah dan entres hendaknya dipilihkan yang sama.
Gambar 24: Contoh Gambar Entres dan Bentuk Sambungannya

D. Sambungan Tempel

Batang bawah dan entres dipotong miring, kemudian ditempelkan satu dengan lainnya. Setelah itu kita ikat dengan tali. Untuk melindungi dari kekeringan atau pun pembusukan maka biasanya akan kita gunakan lilin sambung (ent-was) atau ita tutup dengan kertas. Akan tetapi dalam praktek sehari-hari, sering kita jumpai mereka itu menutup dengan mepergunakan daun-daun, entah itu daun tanaman kopi sendiri ataupun daun pisang.

E. Pembiakan dengan Stek

Bahan stek ini biasanya dipergunakan wiwilan yang berasal dari kebun entres, sebab kalau stek yang kita pergunakan dari kebun produksi maka hasilnya kurang memuaskan. Sebab makin tua umur bahan stek maka aan makin kecil daya perakarannya.

F. Memperakarkan Stek

Stek diperakarkan pada medium yang terdiri dari campuran tanah dan pasir. Dengan perbandingan 1 banding 1 ; atau 1 bading 2, sebab makin berat jenis tanahnya makin banyak memerlukan pasir.

Tebal medium yang paling baik adalah 20cm, kemudian bawahnya kita beri lapisan kerikil untuk memperbaiki drainase dan tata udara. Sebab kalau medium terlalu basah dan tata udaranya jelek, stek akan menjadi kekeringan, kemudian busuk dan mati. Stek ditanam hingga daunnya akan menyentuh medium pada jarak antara 5x10cm.

Stek dapat juga diperakarkan dalam bak stek atau bedengan stek. Dalam bak sjtek kondisi tanaman dapat diatur dengan lebih mudah, bila dibandingkan dengan bedengan stek. Sedangkan faktor pertumbuhan yang perlu diatur adalah kelembaban udara, temperatur dan intensitas cahaya.

G. Bak Stek

Dalam bak stek ini kelembababn udara dapat diatur dengan pipa air yang berlubang-lubang, sehingga air dapat menetes dengan secara pelan pada tutup kaca yang dilapisi dengan kain. Kelembaban harus dijaga agar berkisar antara 85 sampai 90 persen.

Temperatur dan intensitas cahaya dapat diatur dengan mempergunakan naungan buatan. Temperatur rata-rata kit usahakan berkisar antara 23 sampai dengan 26 derajat Celsius. Medium harus disiram secukupnya akan tetapi jangan sekali-kali tergenang air.

H. Bedengan Stek

Bedengan stek ini biasanya dipergunakan didaerah yang agak tinggi dan mempunyai temperatur rata-rata lebih rendah. Kelembaban udara diatur dengan penyiraman air, setiap 2-3 jam pada siang hari. Sedangkan untuk temperatur dan intensitas cahaya diatur dengan naungan buatan, atau kombinasi naungan alam dan naungan buatan.

I. Pemindahan Stek

Stek telah cukup berakar dalam waktu antara 10-12 minggu. Kemudian stek ini perlu dipelihara dulu dalam pembibitan sebelum dipindahkan kepetanaman. Baiknya dalam pembibitan itu stek ditanam dalam jarak 20x20cm atau 20x25cm, atau kalau tidak dapat juga dipelihara dalam plastik ataupun keranjang. Setelah umur 8 sampai 10 bulan barulah dipindahkan kepetanaman.

J. Jadwal Pembuatan Stek

Waktu yang baik untuk pembuatan stek adalah awal dari musim penghujan, maka baiknya saja menurut jadwal umum:
1.      Bulan Oktober s/d Desember; tahap Pengakaran di bak stek
2.      Bulan Januari s/d Oktober; tahap Pemeliharaan dan Pembibitan
3.      Bulan Oktober s/d Nopember; tahap Penanaman di kebun atau petanaman.


1 comment: